Bacaan Al Matsurat Lengkap (Dzikir Pagi dan Sore)

Bagi sahabat yang pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren tentu sudah familiar dengan kumpulan doa yang biasa dibaca pada pagi dan sore hari. Kumpulan dzikir pagi dan sore ini biasa disebut Al-Matsurat yang disusun oleh Hasan Al Banna. Meski demikian, tidak hanya yang berada di pondok pesantren yang biasa membaca dzikir ini, masyarakat luas pun juga mengamalkannya.

Berdasarkan sejarahnya, Al-Matsurat merupakan kumpulan doa dan dzikir yang dinukil dari Nabi Muhammad Saw. Dalam kumpulan dzikir pagi dan sore ini berisikan ayat-ayat AL-Qur’an, bacaan dzikir dan lafadz doa. Saat membacanya, terdapat bacaan yang dibaca sebanyak tiga kali.

Selain itu terdapat perbedaan pada setiap bacaan baik pagi maupun sore, dalam dzikir pagi ada yang disebut Sugro dan Kubro, begitu juga dzikir sore. Perbedaam tersebut terletak pada jumblah bacaan yang dibaca pada dzikir dan doa tersebut.

Bacaan Al-Matsurat, Dzikir Pagi dan Dzikir Sore

Berikut ini bacaan dzikir pagi dan sore yang termuat dalam Al-Matsurat yang disusun oleh Hasan Al-Banna. Semoga kita yang senantiasa membiasakan berdzikir dan berdoa kepada Allah Swt, senantiasa mendapatkan keberkahan dalam kehidupannya.

Baca Juga : Kumpulan Doa Sehari-hari

Bacaan Dzikir Pagi dan Sore Ke-1:  Membaca Ta’awudz

اَعُوذُ بِااللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم

A’udzubillahissami’il ‘aliimi minassyaithonirrojiim

Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetetahui dari godaan setan yang terkutuk.

Bacaan Dzikir Pagi dan Sore Ke-2: Al-Fatihah Ayat 1-7

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ. الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ. مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

Bismillahirrohmaanirrohiim – Al hamdulillaahirobbil ‘aalamiin – Ar rohmaanir rohiim – Maaliki yaumid diin – Iyya ka na’budu wa iyya ka nasta ‘iin -Iihdinash shiroothol mustaqiim – Shirootol ladzina an’amta ‘alaihim ghoiril magh dhuu bi ‘alaihim wa ladh dhool liin

(1) Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (2) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, (3) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, (4) Yang menguasai hari pembalasan. (5) Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan (6) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (7) (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai (Yahudi) dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (Nasrani). (Al-Fatihah:1-7)

Bacaan Al Matsurat-Dzikir Pagi dan Sore Ke-3: Surat Al-Baqarah Ayat 1-5

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. الۤمّۤ ۚ . ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ. الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۙ. وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ. اُولٰۤىِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ ۙ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Bismillaahirrohmaanirrohiim – Alif Laam Miim – Dza likal kitaabu laaroi bafiihi hudal lilmuttaqiin – Al ladziina yu’minuna bil ghoibi wa yuqiimunassholaata wa mimma rozaqnaahum yum fiquun – Walladziina yu’ minuuna bimaa unzila ilaika wa maa unzila ming qoblika wa bil aakhiroti hum yuu qinuun – Ulaa ika ‘ala hudam mir robbihim wa ulaa ika humul muflihuun

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (1)Alif Laam Miim.(2) Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,(3) (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka,(4) dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.(5) Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. (Al-Baqarah:
1-5)

Bacaan Al Matsurat-Dzikir Pagi dan Sore Ke-4: Surat Al-Baqarah Ayat 255-257

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ. لَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗوَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ. اَللّٰهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَوْلِيَاۤؤُهُمُ الطَّاغُوْتُ يُخْرِجُوْنَهُمْ مِّنَ النُّوْرِ اِلَى الظُّلُمٰتِۗ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

Alloohu laa ilaaha illa huwal hayyul qoyyuumu laa ta’khuzuhuu sinatuw walaa naumun lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardhi man dzalladzii yasyfa’u ‘indahu illa bi idznihi ya’lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihi illaa bi maa syaa-a wasi’a kursiyyuhus- samawaati wal ardhi wa laa yauuduhu hifzuhuma wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.

La ikroha fid-diini qot tabayyanar-rusydu minal ghoyyi famay yakfur bith- thooghuuti wa yu’ minu billahi faqodis tamsaka bil ‘urwatil wutsqoo lan fishooma laha wallohu samii’un aliim.

Allohu waliyyul ladziina aamanuu yukhrijuhum minazh-zhulumaati ilan-nuuri walladziina kafaruu awliyaa-u humuth-thooghutu yukhri-juunahum minan-nuuri ilazh-zhulumaati ulaa-ika ash-haabun-naarihum fiihaa khooliduun

(255) Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa- apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

(256) Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus.
Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

(257) Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung- pelindungnya ialah syaithan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Al-Baqarah: 255-257)

Bacaan Al Matsurat-Dzikir Pagi dan Sore Ke-4: Surat Ayat 284-286

لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ وَاِنْ تُبْدُوْا مَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللّٰهُ ۗ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ. لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

Lillahi maa fis-samawaati wa maa fil ardhi wa in tubduu ma fii anfusikum aw tukhfuuhu yuhaasibkum bihillaahu fayaghfiru limay-yasyaa-u wa yu’adzibu may-yasyaa-u wallohu ‘alaa kulli syai-in qodiir.

Aamanar rosuulu bima unzila ilaihi mir-robbihi wal mu’minuuna kullun aamana billahi wa malaaikatihi wa kutubihi wa rusulihi laa nufarriqu baina ahadim-mir-rusulihi waqoluu sami’na wa atho’naa ghufronaka robbana wa ilaikal-mashiiru.

Laa yukallifullohu nafsan illa wus’ahaa lahaa maa kasabat wa ‘alaiha maktasabat, robbana laa tuaakhidznaa in nasiina aw akhtho’naa, robbana walaa tahmil ‘alainaa ishron kama hamaltahu ‘alal-ladziina min qoblinaa, robbana wa laa tuhammilnaa maa laa thooqotalanaa bihi wa’fu ‘annaa waghfirlanaa warhamnaa anta maulaanaa fanshurnaa ‘alal-qoumil-kaafiriin

(284) Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

(285) Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang- orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat- Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa):”Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

(286) Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (Al-Baqarah: 284- 286)

Bacaan Al-Matsurat-Dzikir Pagi dan Sore Ke-5: Surat Al-Ikhlas Ayat 1-4

ِ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ. اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ. وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Bismillaahir-rohmaanir-rohiim. Qul huwalloohu ahad. Alloohush-shomad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakul-lahuu kufuwan ahad (3x)

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (1)Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, (2)Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (3)Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, (4)dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. (Dibaca 3x)

Bacaan Al Matsurat-Dzikir Pagi dan Sore Ke-5: Surat Al-Falaq Ayat 1-5

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ. وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ.   وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ.

Bismillaahir-rohmaanir-rohiim. Qul a’uudzu birobbil-falaq. Min syarri maa kholaq. Wamin syarri ghoosiqin idzaa waqob. Wamin Syarrin-naffaatsaati fil- ‘uqod. Wamin syarri haasidin idzaa hasad (3x)

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (1)Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, (2) dari kejahatan makhluk-Nya, (3)dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,(4) dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, (5)dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki” (Dibaca 3x)

Bacaan Al Matsurat-Dzikir Pagi dan Sore Ke-5: Surat An-Nas Ayat 1-6

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ. مَلِكِ النَّاسِۙ. اِلٰهِ النَّاسِۙ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ. الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ .مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Bismillaahir-rohmaanir-rohiim. Qul a’uudzu birobbin-naas. Malikin-naas. Ilaahin-naas. Minsyarril-waswaasil-khon-naas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin-naas. Minal-jinnati wan-nas (3x)

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (1) Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. (2) Raja manusia. (3) Sembahan manusia. (4) dari kejahatan (bisikan) syaithan yang biasa bersembunyi,(5) yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. (6) dari (golongan) jin dan manusia. (Dibaca 3x)

Bacaan Dzikir Pagi dan Sore Ke-6 Dzikir

Saat membaca Al-Matsurat atau dzikir pagi dan sore ini yang dibaca pada sore hari adalah yang berada dalam kurung.

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ (أَمْسَيْنَا وَ أَمْسَ) الْمُلْكُ لِلَّهِ وَلْحَمْدُ لِلهِ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَا إِلَهَ إِلَّاهُوَ وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ

Ash-bahnaa wa ash-bahal (Amsainaa wa amsai ) mulku lillaahi walhamdu lillaahi la syariika lahu laa ilaaha ilaa huwa wa ilaihi-nusyuur (3x)

“Kami berpagi hari (sore) dan berpagi (sore) hari pula kerajaan milik Allah. Segala puji bagi Allah, tiada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan melainkan Dia dan kepada-Nya tempat kembali.” ( Dibaca tiga kali)

Bacaan Dzikir Pagi dan Sore Ke-7 Dzikir

اَصْبَحْنَا (أَمْسَيْنَا) عَلَى فِطْرَةِ الْإِسْلَامْ وَكَلِمَةِ الْإخْلَاصْ وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا وَمَاكَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Ash-bahnaa (amsainaa) ‘alaa fithrotil islaami wakalimatil ikhlaashi wa ‘alaa diini nabiyyinaa muhammadin shollallohu ‘alaihi wa sallama wa ‘alaa millati abiinaa ibroohiima haniifaw wa maa kaana minal musyrikiin (3x)

“Kami berpagi (sore) hari di atas fitrah Islam, di atas kata keikhlasan, di atas agama Nabi kami: Muhammad saw, dan diatas millah bapak kami: Ibrahim yang hanif. Dan ia bukan termasuk golongan orang – orang yang musyrik.” (Dibaca 3x)

Bacaan Dzikir Pagi dan Sore Ke-8 Doa

اَ للَّهُمَّ إِنِّىْ أَصْبَحْتُ (أَمْسَيْتُ) مِنْكَ فِىْ مِنْ نِعْمَةٍ وَعَافِيَةٍ وَسِتْرٍ فَأَتِمَّ عَلَىَّ نِعْمَتَكَ وَعَافِيَتَكَ وَسِتْرَكَ فِىْ الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْأَخِرَة

Alloohumma innii ash-bahtu (amsaitu) minka fii ni’matin wa ‘aafiyatin wa sitrin, fa atimma ‘alayya ni’mataka wa ‘aafiyataka wa sitroka fid-dunyaa wal- aakhiroh (3x)

Ya Allah, sesungguhnya aku memulai pagi ini dengan kenikmatan, kesehatan, dan perlindungan-Mu. Maka sempurnakanlah untukku kenikmatan, kesehatan, dan perlindungan-Mu itu dalam agamaku, dunia dan juga akhirat

Bacaan Dzikir Pagi dan Sore Ke-9 Dzikir

اَللَّهُمَّ مَا أَصْبَح (أَمْسَ) بِى مِنْ نِعْمَتٍ أَوْبِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَاشَرِيْكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ

Alloohumma maa ashbaha (amsaa) bii min ni’matin aw bi ahadin min kholqika faminka wahdaka laa syariika laka falakal-hamdu walakasy-syukr (3x)

“Ya Allah, kenikmatan yang aku atau salah seorang dari makhluk-Mu berpagi hari dengannya, adalah dari-Mu semata; tiada sekutu bagi-Mu. Maka bagi-Mu segala puji dan rasa syukur.” (Dibaca 3x)

Bacaan Ke-10 Doa

يَارَبِّىْ لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Yaa Robbi lakal hamdu kamaa yambaghii lijalaali wajhika wa ‘azhiimi sulthonik (3x)

“Ya Rabbi, bagi-Mu segala puji sebagaimana seyogyanya bagi kemuliaan wajah-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.” (Dibaca 3x)

Bacaan Ke-11 Doa

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِيْنًا وَبِامُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُوْلًا وَبِالْقُرْأَنِ إِمَامًا وَبِالْمُسْلِمِيْنَ إِخْوَانًا رَبِّىْ زِدْنِىْ عِلْمًا وَرْزُقْنِىْ فَهْمًا بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ رَحِمِيْنَ

Rodhitu billahi robba wabil islaamidiinaa wabi Muhammadin nabiyya warosuula wa bil Qur’ani imaama wa bisl muslimiina ikhwanaa robbi zidni i’ma war zuqni fahma birohmatika yaa arhama rohimiin

Aku ridho Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, Muhammad sebagai Nabi dan Rasul, AL-Qur’an sebagai imam, dan umat muslim sebagai saudara. Ya Tuhanku, tambahkanlah aku ilmu, dan berilah aku karunia untuk dapat memahaminya. Wahai Dzat Yang Maha Pengasih lagi Penyayang

Bacaan Ke-12 Dzikir

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَتِهِ

Subhaanalloohi wabihamdihi ‘adada kholqihi wazinata ‘arsyihi wa ridhooa nafsihi wa midaada kalimaatih (3x)

“Maha suci Allah dan pujian bagi-Nya; sebanyak bilangan makhluk-Nya serela diri-Nya setimbangan ‘Arasy-Nya dan sebanyak tinta (bagi) kata – kata-Nya.” (Dibaca 3x)

Bacaan Ke-13 Dzikir

بِسْمِ اللهِ الَّذِىْ لَايَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى لْأَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Bismillaahil-ladzii laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil-ardhi walaa fis-samaa i wahuwas-samii’ul ‘aliim (3x)

“Dengan nama Allah, yang bersama nama-Nya tidak celaka sesuatupun yang ada di bumi dan di langit. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3x)

Bacaan Ke-14 Doa

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُبِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْمَلُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُه

Alloohumma innaa na’uudzubika min an-nusyrika bika syai-an na’lamuhu wa nastaghfiruka limaa laa na’lamuh (3x)

Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kami mohon ampun kepada-Mu untuk sesuatu ang tidak kami ketahui.

Bacaan Ke-15 Doa

أَعُوْذُبِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّمَاخَلَقَ

A’uudzu bikalimaatillaahit-taammaaati min syarri maa kholaq (3x)

“Aku berlindung dengan Kalimatullah yang sempurna, dari kejahatan (makhluk) yang Dia ciptakan.” (Dibaca 3x)

Bacaan Ke-16 Doa

اَللَّهُمَّ إِنِّىْ أعُوْذُبِكَ مِنَ الْهَمِّ وَلْحَزَنِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ لرِّجَالِ

Alloohumma innii a’uudzubika minal hammi wal hazan, wa a’uudzubika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’uudzubika minal jubni wal bukhli, wa a’uudzubika min gholabatid-daini wa qohrir-rijaal (3x)

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dan sifat pengecut dan bakhil, dan dari tekanan hutang dan kesewenang – wenangan orang.” (Dibaca 3x)

Bacaan Ke-17 Doa

اَلَّلهُمَّ عَافِنِىْ فِىْ بَدَنِىْ اَلَّلهُمَّ عَافِنِىْ فِىْ سَمْعِى اَلَّلهُمَّ عَافِنِىْ فِىْ بَصَرِىْ اَلَّلهُمَّ إِنِّىْ أَعُوْذُبِكَ مَنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ اَلَّلهُمَّ إِنِّىْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

Alloohumma ‘aafinii fii badanii. Alloohumma ‘aafini fi sam’ii. Alloohumma ‘aafinini fi bashorii
Alloohumma innii a’uudzubika minal kufri wal faqri, wa a’uudzubika min’adzaabil qobri, laa ilaaha ilaa anta (3x)

“Ya Allah, sehatkan badanku; Ya Allah, sehatkan pendengaranku; Ya Allah, sehatkan penglihatanku.”
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran; ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur. Tiada Tuhan kecuali Engkau.” (Dibaca 3x)

Bacaan Ke-18 Doa

اَلَّلهُمَّ أَنْتَ رَبِّى لَاإِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِىْ وَأَنَا عَلَىْ عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْتَطَعْتُ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّمَا صَنَعْتُ أَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَىَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْلِىْ فَاإِنَّهُ لَايَغفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Alloohumma anta robbii laa ilaaha illaa anta kholaqtanii wa ana abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wawa’dika mastatho’tu, a’uudzubika min syarri maa shona’tu abuu-ulaka bini’matika ‘alayya wa abuu-u bidzambii faghfirlii fa innahuu laa yaghfirudz-dzunuuba ilaa anta (3x)

“Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan kecuali Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas janji-Mu, semampuku. Aku mohon perlindungan dari kejelekan perbuatku. Aku mengakui banyaknya nikmat-Mu (yang Engkau anugerahkan) kepadaku dan aku mengakui dosa – dosaku, maka ampunilah aku. Karena sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa – dosa melainkan
Engkau.” (Dibaca 3x)

Bacaan Ke-19 Dzikir dan Doa

أَسْتَغْفِرُاللهَ الَّذِىْ لَا إِلَّهَ إَلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقًيُّمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullohal-ladzii laa ilaaha illaa huwal-hayyul-qoyyuumu wa atuubu ilaih (3x)

“Aku mohon ampun kepada Allah, yang tiada Tuhan kecuali Dia, Yang Maha Hidup kekal dan senantiasa mengurus (makhluk-Nya) dan kepada-Nya aku bertaubat.” (Dibaca 3x)

Bacaan Ke-20 Doa

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ  سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ  سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ  سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِىْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Alloohumma sholli ‘alaa muhammadin wa ‘alaa alii muhammad, kamaa shollaita ‘alaa ibroohiima wa ‘alaa aali ibroohiim, wa baarik ‘alaa muhammadin wa ‘alaa alii muhammad, kamaa baarokta ‘alaa ibroohiima wa ‘alaa aali ibroohiim, fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid (10X)

“Ya Allah berikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau berikan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Berikanlah barakah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau berikan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Dia alam ini, Engkaulah yang Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” (Dibaca sepuluh kali)

Bacaan Ke-21 Dzikir

سُبْحَنَ اللهِ وَالْحَمْدُ اللهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ أَكْبَرْ

Subhaanalloohi wal hamdu lillaahi wa laa ilaaha illalloohu walloohu akbar (100x)

“Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Mahabesar.” (Dibaca seratus kali)

Bacaan Ke-22 Dzikir

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَىْ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir (10x)

“Tiada Tuhan melainkan Allah semata, yang tiada sekutu bagi-Nya, bagi- Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca sepuluh kali)

Bacaan Ke-23 Dzikir

سُبْحَانَكَ الّلهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhaanakalloohumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik (3x)

“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada- Mu.” (Dibaca 3x)

Bacaan Ke-24 Dzikir

اَلَّلهُمَّ صَلِّى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِىِّ الْأُمِّىِّ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِمًا عَدَدَمَا أَحَدَ بِهِ عِلْمُكَ وَخَطَّ بِهِ قَلَمُكَ وَأَخْصَاهُ كِتَابُكَ وَارْضَ الَّلهُمَّ عَنْ سَدَاتِنَا أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ وَعَنْ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

Alloohumma sholli ‘alaa sayyidina muhammadin ‘abdika wa nabiyyika wa rosuulikan-nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallama tasliiman ‘adada maa ahaatho bihi ‘ilmuka wa khoth tho bihi qolamuka wa ahshoohu kitaabuk, wardholloohumma ‘an saadaatinaa abii bakrin wa ‘umaro wa ‘utsmaana wa ‘aliyy, wa ‘anishshohaabati ajma’iin, wa ‘anit-taabi’iina wa taabi’iihim bi ihsaanin ilaa yaumid-diin

“Ya Allah berikanlah shalawat kepada Nabi Muhammad; hamba-Mu, nabi- Mu, dan Rasul-Mu; Nabi yang ummi. Juga kepada keluarga dan para sahabatnya serta berilah keselamatan sebanyak yang terjangkau oleh ilmu- Mu; yang tergores oleh pena-Mu, dan yang terangkum oleh kitab-MU. Ridhailah ya Allah, para pemimpin kami: Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, semua sahabat, semua tabi’in dan orang – orang yang mengikuti mereka sampai hari pembalasan.”

Bacaan Ke-25 Doa

سُبْحَانَكَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّتِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَّامُ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Subhaana robbika robbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun, wa salaamun ‘alal mursaliin, wal-hamdu lillaahi robbil ‘aalamiin

“Mahasuci Tuhanmu; Tuhan kemuliaan, dari apa – apa yang mereka sifatkan. Keselamatan semoga tercurah kepada para utusan dan segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian Alam.”

Bacaan Ke-26 Dzikir

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَسَاءَ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءَ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءَ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. تُوْلِجُ الَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُوْلِجُ النَّهَارَ فِيْ الَّيْلِ وَتُحْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُحْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاء بِغَيْرِ حِسَابٍ

Qulillahumma maalikal mulki tu’til mulka man tasyaa, wa tanji’ul mulka mimman tasyaa, wa tu’izzu man tasyaa-u wa tudzillu man tasyaa, biyadikal khoiru innaka ‘alaa kulli syai-in qodiir. Tuulijul-laila fin nahaari wa tuulijun- nahaaro fil-laili, wa tukhrijul hayya minal mayyiti, wa tukhrijul mayyita minal hayyim wa tarzuqu man tasyaa-u bighoiri hisaaab

Katakanlah: “Ya Allah, Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).”

Bacaan Ke-27 Doa

اَلَّلهُمَّ إِنَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وَإِدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاةُ دُعَاتِكَ فَغْفِرْلِى

Alloohumma inna haadzaa iqbaalu lailika wa idbaaru nahaarika wa ashwaatu du’aatika, faghfir lii (3x)

“Ya Allah, sesungguhnya ini adalah malam-Mu yang telah menjelang dan siang-Mu yang tengah berlalu serta suara – suara penyeru-Mu, maka ampunilah aku.” (Dibaca 3x)

Bacaan Ke-28 Doa

اَلَّلهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمْ أَنَّ هَذِهِ الْقُلُوْبَ قَدِاجْتَمَعَتْ عَلَى مَحَبَّتِكْ وَالْتَقَتْ عَلَى طَاعَتِكَ وَتَوَحَّدَتْ عَلَى دَعْوَتِكَ وَتَعَاهَدَتْ عَلَى نَصْرَةِ شَرِيْعَتِكَ فَوَثَّقِ الَّهُمَّ رَابِطَهَا وَاَدِمْ وُدَّهَا وَاهْدِهَا سُبُلَهَا وَامْلَهَا بِنُوْرِكَ الَّذِىْ لَا يَخْبُوْا وَاشْرَحْ صُدُوْرَهَا بِفَيْضِ الْإِيْمَانِ بِكَ وَجَمِيْلِ التَّوَكُّلِ علَيْكَ وَأَحْيِهَا بِمَعْرِفَتِكَ وَأَمِتْهَا عَلَى الشَّهَادَةِ فِىْ سَبِيْلِكَ إِنَّكَ نِعْمَ الْمَوْلِى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ، اَلَّلهُمَّ آمِيْنُ. وَصَلَّى اَلَّلهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allohumma innaka ta’lamu anna haadzihil quluub, qodijtama’at ‘alaa mahabbatik, wal taqot ‘alaa thoo’atik, wa tawahhadat ‘alaaa da’watik, wa ta’aahadat ‘alaa nashroti syarii’atik, fawats-tsiqillaahumma roobithotahaa, wa- adim wuddahaa, wahdihaa subulahaa, wamla’haa binuurikal ladzii laa yakhbuu, wasyroh shuduurikal ladzii laa yakhbuu, wasyroh shuduurohaa, bifaidhil iimaanibik, wa jamiilit-tawakkuli ‘alaik, wa ahyihaa bima’rifathik, wa amit-haa ‘alasy-syahadaati fii sabiilik, innaka ni’mal maula wa ni’man-nashiir. Aamiin. Alloohumma aamiin. Wa shollillaahumma ‘alaa sayyidina muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallam

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati – hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (di jalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifah-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik – baik pelindung dan sebaik – baik penolong. Amin. Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurah kepada Muhammad, kepada keluarganya, dan kepada semua sahabatnya.”

Penutup

Demikian bacaan dzikir pagi dan sore yang terdapat dalam Al Matsurat, semoga dengan membiasakan berdzikir dan berdoa kepada Allah Swt, kita semua senantiasa dalam lindungan dan kasih sayang-Nya. Aamiin

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *