Dzikir dan Doa Setelah Sholat Wajib 5 Waktu

Setelah selesai mengerjakan sholat wajib amalan yang baik untuk dikerjakan adalah berdzikir dan membaca doa setelah sholat. Berdzikir bisa membuat tenang hati dengan mengingat dosa-dosa yang telah dikerjakan. Sedangkan dengan berdoa merupakan bukti bahwa sebagai hamba selalu membutuhkan pertolongan Allah Swt.

Adapun ketentuan bacaan dzikir dan doa setelah sholat ini tidak ada kewajiban harus membaca doa tertentu. Umat muslim bisa menentukan bacaan yang bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak contoh dzikir dan doa yang bisa ditirukan selama bacaan tersebut berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits.

Mengamalkan dzikir dan doa tentu bukan saat keadaan sulit saja, dalam keadaan senang dan lapang tetap menjadikannya sebagai rutinitas. Rasulullah Saw bersabda “Tidak ada yang lebih utama (mulia) di sisi Allah daripada doa.” (HR Ahmad)

Bacaan Dzikir dan Doa Setelah Sholat Wajib

doa setelah sholat wajib

 

Berikut ini bacaan dzikir dan doa yang bisa dijadikan amalan dalam kehidupan sehari-hari. Kumpulan dzikir dan doa ini adalah bacaan yang umum dibaca masyarakat umum.

Membaca Istighfar

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ ، أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ، أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah

“Aku memohon ampun kepada Allah, Aku memohon ampun kepada Allah, Aku memohon ampun kepada Allah. “

Membaca Dzikir

الَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَرَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَام لَاإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الَّهُمَّ لَامَنِعَ لِمَ أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِيْ لِمَ مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدُّ مِنْكَ الْجَدَّ. لاَ حَوْل وَلَا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ. لاَاِلَهَ إِلاَّ للهُ وَلاَ نَعْبُدُ إلاَّ إِيَّاهُ لَهُ النَّعْمَةُ وَلَهُ الشَّنَاءُ الْحَسَنُ لَاإِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنُ وَلَوْ كَرِيْهَ الْكَافِرُوْنَ

“Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Pemberi Sejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan, Engkau Pemberi barakah, wahai pemilik keagungan dan kemuliaan. Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Esa tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kekuasaan dan segala pujian, dan Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu

Ya Allah tiada seorangpun yang mampu  menghalangi terhadap pemberian-Mu dan tidak ada pula yang dapat memberi sesuatu yang Engkau halangi, dan tidak manfaat kekayaan seseorang dari siksa-Mu, tidak ada upaya dan kekuatan kecuali dari Allah, dan tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah

Hanya milik-Nya kenikmatan, keutamaan, sanjungan yang baik. Tidak ada  Ilah yang berhak disembah melainkan Allah dengan rasa ikhlas kami beribadah kepada-Nya walaupun orang-orang kafir benci.”

Membaca Tasbih, Tahmid dan Takbir 33 X 

سُبْحَانَ اللهِ

Subhanallah

“Maha Suci Allah”

الْحَمْدُ لِلهِ

Alhamdulillah

“Segala puji bagi Allah”

اللهُ أَكْبَرُ

Allahu Akbar

“Allah Maha Besar”

Penggenap hitungan 100 dibaca 1 x

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَىْ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Laa illaha illalloh wahdahu lasyarikalahu lahul mulku walhamdu wahuwa ‘ala kulli syaiin qodiir

“Tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu  bagi-Nya, hanya milik-Nya kekuasaan dan segala pujian dan Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa”

Membaca Surat Al-Baqarah Ayat 255-257 (Ayat Kursi)

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ. لَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗوَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ. اَللّٰهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَوْلِيَاۤؤُهُمُ الطَّاغُوْتُ يُخْرِجُوْنَهُمْ مِّنَ النُّوْرِ اِلَى الظُّلُمٰتِۗ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

Alloohu laa ilaaha illa huwal hayyul qoyyuumu laa ta’khuzuhuu sinatuw walaa naumun lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardhi man dzalladzii yasyfa’u ‘indahu illa bi idznihi ya’lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihi illaa bi maa syaa-a wasi’a kursiyyuhus- samawaati wal ardhi wa laa yauuduhu hifzuhuma wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.

La ikroha fid-diini qot tabayyanar-rusydu minal ghoyyi famay yakfur bith- thooghuuti wa yu’ minu billahi faqodis tamsaka bil ‘urwatil wutsqoo lan fishooma laha wallohu samii’un aliim.

 Allohu waliyyul ladziina aamanuu yukhrijuhum minazh-zhulumaati ilan-nuuri walladziina kafaruu awliyaa-u humuth-thooghutu yukhri-juunahum minan-nuuri ilazh-zhulumaati ulaa-ika ash-haabun-naarihum fiihaa khooliduun

 (255) “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa- apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. “

(256) “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

(257) “Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung- pelindungnya ialah syaithan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”

Membaca, Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas

Surat Al-Ikhlas 3X

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ. اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ. وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Bismillaahirrohmaanir-rohiim. Qul huwalloohu ahad. Alloohushshomad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakul-lahuu kufuwan ahad

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (1)Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, (2)Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (3)Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, (4)dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”.

Surat Al-Falaq 3X

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ. وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ.   وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ.

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Qul a’uudzu birobbil-falaq. Min syarri maa kholaq. Wamin syarri ghoosiqin idzaa waqob. Wamin Syarrinnaffaatsaati fil’uqod. Wamin syarri haasidin idzaa hasad

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (1)Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, (2) dari kejahatan makhluk-Nya, (3)dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,(4) dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, (5)dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”

Surat An-Nas 3X

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ. مَلِكِ النَّاسِۙ. اِلٰهِ النَّاسِۙ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ. الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ .مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Qul a’uudzu birobbinnaas. Malikinnaas. Ilaahinnaas. Minsyarrilwaswaasilkhonnaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurinnaas. Minaljinnati wannas

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (1) Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. (2) Raja manusia. (3) Sembahan manusia. (4) dari kejahatan (bisikan) syaithan yang biasa bersembunyi,(5) yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. (6) dari (golongan) jin dan manusia.”

Baca Juga: 

Membaca Dzikir

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شّيْءٍ قَدِيْرٌ

Laa ilaha illalloh wahdahu la syarikalahu lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumitu wahuwa ‘ala kulli syaiin qodiir

“Tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu  bagi-Nya, hanya milik-Nya kekuasaan dan segala pujian. Ia yang menghidupkan dan yang mematikan dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.” (HR. Muslim)

Kumpulan Doa Setelah Sholat Wajib dari Al-Qur’an

رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

Robbanaa dzolamna anfusana waillam taghfirlanaa watarhamna lanakuunanna minal khoosiriina

“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”   (Q.s Al-A’raaf [7]: 23)

رَّبِّ اَنْزِلْنِيْ مُنْزَلًا مُّبٰرَكًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِيْنَ

Robbi anzilnii munzalan mubaarokan wa anta khoirul munziliina

“Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik baik pemberi tempat.” (Q.s Al-Mu’minuun [23]: 29)

رَبِّ اِنِّيْٓ اَعُوْذُ بِكَ اَنْ اَسْـَٔلَكَ مَا لَيْسَ لِيْ بِهٖ عِلْمٌ ۗوَاِلَّا تَغْفِرْ لِيْ وَتَرْحَمْنِيْٓ اَكُنْ مِّنَ الْخٰسِرِيْنَ

Robbi inni a’udzubika as-aluka maa laisa lii bihii ‘ilmun wa illa taghfirlii watarhamnii akun minal khoosiriina

 “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu untuk memohon kepada-Mu sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakikatnya). Kalau Engkau tidak mengampuniku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku termasuk orang yang rugi.” .”  (Q.s Huud [11]: 47)

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَّلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۗ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا تَبَارًا

Robbighfirli waliwalidayya waliman dakhola baitii mukminan wal mukminaati wa laa tazididzoolimiina illa tabaaron

“Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zhalim itu selain kehancuran.” (Q.s Nuh [71]: 28)

رَبِّ هَبْ لِيْ حُكْمًا وَّاَلْحِقْنِيْ بِالصّٰلِحِيْنَ ۙ

Robbi hablii hukmawalhiqnii bisshoolihiina

 “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh.” (Q.s As-Syu’araa’ [26]: 83)

Demikian bacaan dzikir dan doa setelah sholat wajib yang bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun pemilihan bacaan tersebut adalah hak umat muslim untuk mengamalkan bacaan yang mana untuk dipraktikkan. Semoga bermanfaat!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *