Falsafah Molimo, ‘Senjata’ Sunan Ampel dalam Berdakwah

Salah satu ajaran yang melekat dengan sosok Sunan Ampel adalah falsafah molimo. Kata molimo sendiri merupakan gabungan dari kata moh dan limo. Moh artinya tidak mau, dan limo artinya lima sehingga secara garis besar falsafah molimo ini menghindari atau tidak mau mengerjakan lima perkara.

Lima perkara tersebut  terdiri dari awalan huruf m semua, main, madon, maling, madat dan minum. Masing-masing dari singkatan tersebut memiliki makna yang akan diulas singkat dalam artikel ini. Memang bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa, namun kata tersebut cukup populer dan mudah dipahami.

Mengingat masyarakat dahulu juga tidak lepas dari kerusakan moral, maka dalam menyebarkan agama Islam para Wali Songo memiliki strategi tersendiri dalam melakukan pendekatan. Falsafah molimo juga demikian, ajaran ini menjadi senjata Sunan Ampel dalam memperbaiki akhlak masyarakat pada waktu itu.

Falsafah Molimo, Salah Satu Ajaran Sunan Ampel 

falsafah molimo

Sebagai salah salu tokoh Wali Songo, Sunan Ampel dengan nama asli Sayyid Ali Rahmatullah atau Raden Rahmad ini memiliki peran penting dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Berikut ini makna falsafah molimo, yang didalamnya terdapat beberapa perkapa apabila ditinggalkan manusia bisa meraih kebahagiaan.

1. Moh Mabok atau Tidak Minum-minuman Keras

Moh Mabok disini memilik tidak meminum minuman berupa khamr atau minuman keras yang memabukkan. Seperti yang diketahui bersama banyak jenis minuman yang memabukkan dijual padahal berdampak buruk bagi kesehatan dan sosial. Bukan saja zaman di era modern, bahkan dari zaman dahulu minuman jenis ini juga sudah ada.

2. Moh Main atau Tidak Judi

Moh main memiliki arti tidak melakukan judi apapun itu bentuknya. Judi adalah perbuatan mengadu nasib yang mana unsur kemenangannya adalah murni spekulasi. Sehingga, perbuatan ini sangat merugikan diri sendiri dan orang lain. Bentuk judi yang bisa dijumpai di masyarakat misalnya togel, sabung ayam dengan taruhan, poker menggunakan taruhan dan lain sebagainya.

Baca Juga :

3. Moh Madon atau Tidak Berzina

Moh madon dalam falsafah molimo memiliki arti tidak berbuat zina apapun bentuknya. Karena berzina bukan saja melakukan hubungan biologis yang bukan pasangannya. Bentuk lain seperti zina yang umum dijumpai misalnya homoseks, lesbian, dan perbuatan lain yang masih berkaitan. Dampak dari perbuatan zina selain hukumanya haram, yang langsung dirasakan adalah rusaknya tatanan sosial.

4. Moh Madat atau Tidak Menggunakan Narkoba

Moh madat artinya tidak menggunakan atau mengkonsumsi narkoba denga segala bentuk dan jenisnya. Seperti yang diketahui bersama, benda-benda tersebut dampaknya sangatlah fatal untuk kesehatan diri sendiri. Selain itu, apabila sudah candu tentu dampaknya juga akan dirasakan oleh orang lain saat pengguna narkoba melakukan tindakan diluar kendali, misalnya karena tidak memiliki uang untuk membeli barang tersebut lantas mencuri atau merampas orang lain.

5. Moh Maling atau Tidak Mencuri

Ajaran yang terakhir dari falsafah molimo adalah moh maling yang memiliki arti tidak mau mencuri. Perbuatan mencuri tentu bukan saja dilihat dari aspek besar kecil atau nilai suatu benda. Karena perbuatan ini jika dibiarkan akan menimbulkan kejahatan yang lebih besar dan merugikan orang lain.

Demikianlah penjelasan singkat tentang ajaran Sunan Ampel yaitu falsafah molimo yang bukan hanya sebagai cerita masa lalu. Ajaran ini tentu bisa digunakan hingga kapan saja, mengingat lima perkara tersebut terus ada bahkan berkembang jenisnya hingga akhir zaman. Dengan menerapkan falsafah tersebut, tentu kehidupan masyarakat pun akan aman dan tentram.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *