Penyebab dan Solusi Gangguan Kesehatan Mental Remaja

Seringkali orang lupa bahwa bukan hanya kesehatan fisik saja yang perlu dijaga, melainkan kesehatan mental juga. Apalagi bagi para remaja yang sedang mengalami masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Banyaknya perubahan yang terjadi, seperti perubahan fisik, emosi, dan hormonal, seringkali mempengaruhi kesehatan mental remaja.

Siapa sangka, jika ternyata ada sekitar 20% remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental. Lantas, apa penyebabnya? Umumnya, masalah kesehatan mental yang terjadi pada remaja disebabkan karena perkembangan lingkungan sosial serta pesatnya informasi di media massa. Remaja tidak siap dengan perubahan lingkungan sosial yang begitu cepat.

Solusi Menjaga Kesehatan Mental Pada Remaja

gangguan kesehatan mental
freepik.com

Perlu diingat bahwa gangguan kesehatan mental bukan menjadi hal yang pantas untuk diabaikan. Masalah kesehatan mental yang dibiarkan terus-menerus, bukannya membaik justru akan semakin buruk jika tidak segera ditangani.

Bahkan, banyak remaja yang akhirnya memilih untuk bunuh diri karena tidak kuat lagi menanggung beban mental pada dirinya. Maka dari itu, dibutuhkan solusi untuk mengatasi masalah ini. Sehingga, remaja bisa tumbuh dan berkembang sebaik-baiknya. Nah, berikut adalah beberapa solusi untuk mencegah gangguan kesehatan mental pada remaja:

1. Menghargai diri sendiri

Setiap orang wajib menerima serta menghargai dirinya sendiri. Sadari bahwa semua orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan menghargai dan mencintai diri sendiri, maka tidak ada rasa ingin menjadi seperti orang lain dimana hal ini bisa mengganggu pikiran dan kesehatan mental.

2. Jangan gunakan sosial media berlebihan

Kini, rutinitas remaja memang tidak jauh dari yang namanya sosial media. Selain berguna untuk mendukung proses belajar, teknologi nyatanya bisa memberikan dampak buruk jika penggunaannya tidak terkontrol dengan baik. Apalagi saat bermain sosial media, yang mana membuat remaja sering merasa terisolasi dan membandingkan dirinya dengan orang lain. Pada akhirnya, ini hanya akan membuat kesehatan mental terganggu.

3. Perbanyak relasi

Bisa dikatakan bahwa remaja adalah masa-masa untuk mencari jati diri. Untuk itu, remaja disarankan untuk memperbanyak relasi. Tentu, relasi yang dimaksud adalah orang-orang baik yang bisa memberikan energi positif. Sementara mereka yang hanya memberikan aura negatif, sebaiknya ditinggalkan agar tidak mengganggu kesehatan mental.

4. Aktif berkegiatan

Berbagai kegiatan positif di sekolah maupun di luar sekolah, tentu sangat berpengaruh baik pada tumbuh kembang remaja. Misalnya, ikut organisasi pramuka atau ikut les bahasa. Menghabiskan waktu dengan berkegiatan, tentu lebih baik dibandingkan hanya melamun atau berdiam diri. Semakin banyak kegiatan positif, maka tidak ada waktu bagi remaja untuk murung atau galau yang umumnya menjadi awal munculnya gangguan mental.

4. Mendekatkan diri kepada Tuhan

Setiap individu tentu tidak bisa menyelesaikan semua tugasnya di dunia tanpa adanya bantuan dari Tuhan. Jika remaja mengalami suatu masalah yang cukup mengganggu kesehatan mentalnya, maka beribadah dan mendekatkan diri pada Tuhan adalah solusi terbaik untuk mendapatkan jalan keluar yang terbaik. Selalu mengingat dan beribadah kepada Tuhan, terbukti bisa membuat hati dan pikiran menjadi tenang.

Itulah beberapa cara untuk mencegah terjadinya gangguan mental pada remaja. Memperbanyak aktivitas dan relasi yang memberikan pengaruh positif sangatlah baik bagi remaja dalam mempersiapkan diri menuju dewasa. Pengawasan orang tua juga sangat dibutuhkan dalam hal ini. Sehingga, komunikasi antara anak remaja dengan orang tua pun merupakan kunci sukses kesehatan mental para remaja.

Untuk konsultasi terkait kesehatan mental, bisa dilakukan menggunakan aplikasi Halodoc. Aplikasi layanan kesehatan ini didukung oleh para dokter profesional yang siap memberikan konsultasi secara gratis lewat aplikasi Halodoc terkait kesehatan mental maupun kesehatan fisik. Tentu saja, ini sangat memudahkan masyarakat karena bisa berkonsultasi langsung dengan dokter tanpa perlu datang ke rumah sakit.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *