Mengenal Rumah Adat Aceh dengan Berbagai Ciri Khasnya

Dalam urusan kekayaan seni budaya dan adat istiadat, daerah yang memiliki julukan Serambi Makkah ini memiliki beberapa rumah adat dengan ciri khasnya yang unik. Setidaknya terdapat beberapa rumah adat Aceh yang menjadi ikon provinsi Aceh. Rumah adat tersebut dibangun dengan desain arsitektur yang berbeda dengan daerah lainnya.

Bentuk rumah adat daerah ini umumnya bangunan dengan bentuk panggung yang memiliki tinggi hingga tiga meter, selain itu beberapa bentuk dari rumah tradisional Aceh adalah persegi empat. Bangunan tersebut didesain memanjang dari arah timur ke barat dengan tujuan lebih mudah mengetahui arah kiblat.

Jika ditelisik dari sejarahnya, budaya Aceh tidak bisa lepas dengan agama Islam. Seperti julukannya sebagai serambi Makkah, Aceh menjadi pintu masuknya penyebaran agama Islam di Indonesia. Sehingga sangat wajar jika model bangunan serta arsitekturnya pun ada kaitanyya dengan arsitektur Islam.

Macam-macam Rumah Adat Aceh

Meski saat ini jarang menjumpai rumah tradisional Aceh karena banyak yang sudah beralih ke arsitektur modern, setidaknya masyarakat di sana masih memiliki tiga nama rumah adat Aceh yang unik dengan ciri khasnya. Beberapa di antaranya masih bisa ditemukan di daerah pedesaan. Di antara rumah adat tersebut adalah Rumoh Santeut, Rumoh Aceh dan Rumoh Rangkang.

1. Rumoh Adat Santeut

rumah adat aceh
busy.org

Rumoh Adat Santeut merupakan jenis rumah yang dipakai masyarakat Aceh sehari-hari. Makna dari rumoh Santeut sendiri adalah datar. Bangunan yang juga dikenal dengan Tampong Limong ini umum digunakan oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah yang berpenghasilan minim.

Karakteristik yang menonjol dari Rumoh Adat Santeut ini adalah antara satu bagian dengan bagian rumah lain memiliki ukuran dan tinggi sama. Bentuk ini berbeda dengan gambaran rumah tradisional Aceh lain yang membedakan tinggi antara bagian depan, tengah dan belakang rumah.

2. Rumoh Adat Aceh

rumah adat aceh
steemitimage.com

Rumoh Aceh adalah rumah adat khas Aceh dan paling populer sehingga menjadi ikon Aceh. Rumah ini berbentuk panggung dengan empat bagian utama. Dimana, satu bagiannya hanya tambahan saja. Bagian-bagian tersebut adalah serambi depan, serambi tengah, serambi belakang dan rumah dapur atau Rumoh Dapu.

Hal menarik dari Rumoh Aceh ini adalah menempatkan pusaka keluarga di bagian atap. Sementara tiang penopang rumah, dilengkapi dengan penopang cukup tinggi mencapai 3 meter. Rumoh Aceh memiliki luas sebesar dua ratus meter persegi. Material untuk pembuatan rumah ini terbilang sederhana karena menggunakan bahan utama kayu.

3. Rumoh Adat Rangkang

rumah adat aceh
wikiwand.com

Nama rumah tradisional Aceh berikutnya adalah Rumoh Adat Rangkang yang merupakan bangunan berbentuk panggung dengan satu ruangan. Fungsi dari bangunan ni adalah untuk tempat istirahat, khususnya bagi para petani setelah seharian bekerja. Selain itu, juga biasa digunakan untuk tempat berkumpul antar teman atau keluarga.

Rumah adat ini dibangun dengan sangat simpel. Material yang digunakan adalah kayu dengan atap berupa daun rumbia. Hal itu dikarenakan tujuan dari pembangunannya adalah untuk tempat berteduh dan melepas penat. Sehingga jika dilihat sekilas nampak seperti bangunan yang sederhana.

Baca Juga:

Bagian-bagian Utama Rumah Adat Aceh

Rumah adat Aceh memiliki komponen tersendiri. Meskipun antara satu kota dengan kota yang lain memiliki perbedaan dari segi detail. Berikut adalah beberapa komponen Rumoh Aceh yang biasa ditempati sehari-hari oleh masyarakat kawasan tersebut:

1. Rumoh Inong, Rumah Induk

rumoh inong
kebudayaan.kemdikbud.go.id

Bagian pertama dari rumah tradisional Aceh adalah rumah Induk atau yang lebih dikenal dengan rumah Inong. Merupakan sebuah ruangan yang terletak di antara serambi depan dan belakang. Bagian ini masih dibagi lagi menjadi dua kamar dengan posisi yang lebih tinggi.

2. Rumoh Dapu, Dapur

rumah adata ceh
rumah-adat.com

Selanjutnya adalah Rumoh Dapu atau sebutan untuk bagian dapur rumah. Dapur dalam rumah adat Aceh terletak di dekat dengan serambi belakang. Bahkan, posisinya tersambung. Hanya saja, dapur dibangun khusus dengan lantai yang lebih rendah jika dibandingkan dengan bagian serambi belakang.

3. Seuramoe Keue, Serambi Depan

seuramoe keue
news.weku.io

Bagian lain dari rumah adat Aceh adalah serambi depan. Orang Aceh menyebutnya sebagai Seuramoe Keue. Fungsi dari bangunan ini adalah untuk penerimaan tamu lelaki. Lokasi serambi depan ini ada di depan rumah. Selain untuk menerima tamu, biasanya tamu lelaki juga makan dan tidur di sini.

4. Seuramoe Likot, Serambi Belakang

seuramoe likot
indonesiakaya.com

Berbeda dengan serambi depan, bagian rumah adat Aceh ini terletak di sisi belakang rumah. Fungsi utamanya adalah untuk menerima tamu perempuan yang datang. Tidak hanya itu, para tamu dari kalangan perempuan tersebut akan dijamu makanan serta tidur di serambi belakang ini.

5. Keupaleh, Gerbang

Berikutnya adalah gerbang atau yang biasa disebut dengan Keupaleh oleh masyarakat Aceh. Meski demikian, tidak semua rumah menggunakan bangunan ini. Umumnya hanya mereka yang berasal dari kalangan menengah atas atau tokoh masyarakat. Ciri khas dari gerbang rumah ini adalah memiliki bilik di atasnya dengan bahan kayu.

6. Seulas, Teras

seulas
roomah.id

Bagian lain dari rumah adat Aceh adalah Seulas atau teras. Letak teras ini ada di rumah terdepan. Disusun menempel dengan serambi depan. Hingga saat ini, banyak masyarakat Aceh yang masih melestarikan budaya membuat teras rumah tersebut. Meskipun desainnya sudah dimodifikasi ala modern.

7. Tameng, Tiang

Bagian rumah selanjutnya adalah tiang atau yang biasa disebut dengan Tameng. Tiang ini menjadi komponen wajib untuk rumah tradisional Aceh. Tiang harus dibuat sekuat mungkin agar dapat menopang atap rumah. Bentuk tiangnya sendiri adalah bulat dengan diameter sekitar 20 sampai 45 cm dan tingginya bisa mencapai 170 cm.

8.  Kroong Padee, Lumbung Padi

rumah adat aceh
idea.grid.id

Selain berbagai komponen yang telah disebutkan di atas, Lumbung Padi juga termasuk ke dalam bagian rumah adat Aceh. Hal ini disebabkan karena sebagian mata pencaharian masyarakat tersebut adalah petani. Hanya saja, pembangunan lumbung ini biasanya diletakkan di luar rumah, misalnya di samping.

Itulah beberapa rumah adat Aceh yang sebagian masih banyak ditemui hingga hari ini. Meski sudah banyak yang beralih ke model arsitektur modern, budaya dan kekayaan nusantara tersebut patut untuk tetap dilestarikan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *