rumah adat bali

Penjelasan Lengkap Rumah Adat Bali Gapura Candi Bentar

Rumah Adat Bali adalah Gapura Candi Bentar. Salah satu bukti budaya yang masih dijaga dan dilestarikan di provinsi yang berjuluk Pulau Dewata. Karena masyarakat mampu menjaga warisan leluhur ini, tidak mengherankan jika Bali selalu menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan yang datang dari berbagai penjuru baik domestik maupun mancanegara.

Selain memiliki kekayaan alam dengan keindahan yang menakjubkan, masyarakat Bali sadar akan pentingnya menjaga budaya yang ada. Bahkan, jika kalian pergi ke Bali akan dibuat terpukau dengan perpaduan keindahan alam dan kekayaan seni budaya yang masih terjaga, baik itu rumah adat, tarian adat, pakaian adat dan berbagai seni lainnya.

Hingga saat ini, rumah adat Gapura Candi Bentar merupakan ikon rumah adat tradisional di Bali yang tidak hanya digunakan untuk kegiatan tertentu saja. Masyarakat umum pun masih banyak yang mempertahankan bentuk rumah adat tersebut untuk tempat tinggal.

Saat melihat Gapura Candi Bentar, sangat terasa kearifan lokal dalam seni arsitektur rumah adat bali begitu kental. Proses pembuatan, struktur bangunan, material yang digunakan serta filosofi rumah adat Bali tersebut akan menambah wawasan kebudayaan nusantara yang begitu menakjubkan.

Penjelasan Lengkap Rumah Adat Bali

Konsep rumah adat Gapura Candi Bentar begitu menarik untuk diketahui. Berbagai aspek yang saling melengkapi, menjadikan bangunan tersebut menjadi salah satu unsur budaya yang akan terus dijaga dan dilestarikan.

Struktur Rumah Adat Bali

Gapura Candi Bentar merupakan bangunan yang memiliki beberapa bagian dengan fungsinya masing – masing. Di bagian depan, terdapat gapura yang berbentuk dua bagian terpisah yang mirip dengan candi. Gapura ini merupakan gerbang pertama saat akan memasuki halaman rumah. Pada bagian ini, biasanya juga dilengkapi dengan anak tangga serta pagar besi yang menjadi pengaman rumah tersebut.

Setelah memasuki halaman rumah Gapura Candi Bentar, biasanya di halaman rumah terdapat sebuah Pura yang digunakan sebagai tempat ibadah umat Hindu. Hampir di setiap rumah adat yang ada selalu terdapat Pura di bagian halaman rumah.

Dengan adanya Pura di setiap rumah adat tersebut, merupakan bukti bahwa masyarakat di sana memegang filosofi Asta Kosala Kosali. Falsafah tersebut memiliki arti tentang menciptakan keselarasan dalam kehidupan yang harmonis dengan Tuhan, manusia dan alam.

Di bagian dalam rumah terdapat beberapa bagian yang memiliki beragam fungsi, misalnya Panginjeng Karang, ruangan yang digunakan untuk memuja yang menjaga pekarangan. Bale Manten. Ruangan ini digunakan untuk tidur keluarga, anak gadis, serta untuk menyimpan barang berharga. Bagi pasangan yang baru menikah biasanya juga menggunakan ruangan ini.

Selanjutnya Bale Gede atau Bale Adat, bagian yang digunakan untuk upacara lingkaran hidup. Bale Dauh, ruangan yang digunakan untuk anak laki – laki, bekerja dan pertemuan. Paon atau dapur yang digunakan untuk memasak, dan yang terakhir adalah Lambung yang digunakan untuk menyimpan bahan pokok atau hasil bumi seperti padi dan lainnya.

Material Bangunan Rumah Adat Bali

Dalam membangun rumah adat material yang digunakan tentu tidak setiap orang sama, tergantung kemampuan finansial yang dimiliki masing – masing masyarakat. Untuk masyarakat dengan ekonomi biasa, umumnya menggunakan dinding dari speci yang terbuat dari tanah liat.

Sedangkan dari golongan ekonomi menengah ke atas aatau bangsawan menggunakan bata. Untuk atap jenis – jenis yang digunakan seperti; alang – alang, ijuk dan lainnya.

Filosofi Rumah Adat Bali

Dalam membangun rumah adat, harus meliputi berbagai aspek yang dikenal dengan “Tri Hita Karana”. Secara filosofi, masyarakat disana berkeyakinan bahwa kedinamisan dalam hidup bisa tercapai jika hubungan antara palemahan, pawongan dan parahyangan harmonis.

Jika dalam budaya China ada Feng Shui, dalam pembangunan rumah adat Bali juga dikenal dengan Asta Kosala Kosali, seperti yang telah disinggung di atas untuk menciptakan keseimbangan dengan Tuhan, manusia dan alam, maka penentuan arah dalam pembuatan rumah menjadi bagian yang penting.

Di Bali, sesuatu yang di anggap suci atau keramat adalah gunung sehingga dalam pembangunannya diletakkan menghadap arah tersebut. Arah ini dikenal dengan sebutan kaja, dan sebaliknya kelod atau arah yang dianggap tidak suci adalah arah laut.

Gambar Jenis – jenis Rumah Adat Bali

  • Angkul – angkul

angkul angkul
tripadvisor com
  • Pamerajaan atau Pura Keluarga

rumah adat bali
arsitag.com
  • Aling-Aling

rumah adat bali
basabali.org
  • Bale Tiang Sanga

bale tiang sanga
tes.com
  • Jineng

rumah adat bali
bali.tribunnews.com
  • Pawerangan

pawerangan
current.apk
  • Bale Gede

rumah adat bali bale gede
pinterest.com
  • Bale Meten

rumah adat bali
steller.com

3 thoughts on “Penjelasan Lengkap Rumah Adat Bali Gapura Candi Bentar”

  1. Sejauh saya ke Bali, lebih ke bahas dan tanya2 tentang wisatanya. Ternyata ada hal lain yang seharusnya dipelajari juga seperti dalam artikel ini. Hebat detil sekali. dan menambah wawasan untuk lebih kenal dengan Bali.

    Reply
  2. saya belum pernah tengok rumah Bali yang sebenar. kalau ada pun rumah Bali ketika saya ke taman mini indonesia dulu. tapi itu cuma replika. alau dapat tengok yang sebenar tentu lagi mengagumkan

    Reply

Leave a Comment

error: Content is protected !!