Suku-suku di Pulau Jawa menyebar di beberapa daerah mulai Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta dan DKI Jakarta. Masing-masing suku memiliki adat istiadat yang masih dijaga, misalnya dari segi bahasa.
Pulau Jawa sendiri merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia selain Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Papua. Namun untuk suku yang ada, bukan saja terdiri dari Suku Jawa. Ada beberapa nama suku yang mendiami pulau ini.
Misalnya di Jawa Barat ada Suku Sunda, Banten ada Suku Baduy, Jawa Timur ada Suku Madura dan lainnya. Sedangkan populasi terbesar adalah Suku Jawa, bahkan persebarannya hingga luar negeri.
Suku-suku di Pulau Jawa
1. Suku Jawa
Suku Jawa menjadi suku paling besar di pulau Jawa, bahkan di Indonesia. Suku ini berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan penyebarannya, hampir ada di seluruh Indonesia.
Untuk komunikasi sehari-hari, Suku Jawa menggunakan bahasa Jawa. Yang mana bahasa tersebut merupakan bahasa serapan dari bahasa Sansekerta. Adapun untuk komunikasi formal tetap menggunakan bahasa Indonesia.
Mayoritas masyarakat Jawa beragama Islam, populasinya hingga 97%. Sedangkan persentase selain itu beragama Kristen, Hindu, Buddha dan Khonghucu.
Suku bangsa Jawa dikenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi kesopanan dan kesederhanaan. Hal ini bisa dilihat dalam keseharian mereka dari tampilan, perbuatan dan perkataannya yang lemah lembut.
2. Suku Tengger
Suku Tengger adalah suku yang tinggal di sekitar Gunung Bromo, Jawa Timur. Berdasarkan dari sejarahnya, nama Tengger ini berasal dari Legenda Roro Anteng dan Joko Seger. Suku ini masih sangat kental dengan adat istiadat yang ada.
Misalnya kepercayaan Gunung Brahma atau Bromo sebagai Gunung suci, maka setiap setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara yang bernama upacara Kasada atau Kasodo. Dan masih banyak tradisi lain yang masih dijaga.
Sebagian besar masyarakat Tengger memeluk agama Hindu. Sedangkan upacara Kasodo tersebut merupakan upacara kerohanian yang dilakukan pada malam hari hingga menjelang terbit matahari.
Adapun untuk persebaran Suku Tengger terdapat di beberapa wilayah meliputi Kabupaten Lumajang, Probolinggo, Malang dan Pasuruan.
3. Suku Madura
Suku Madura termasuk memiliki populasi yang banyak. Berdasarkan sensus tahun 2010, suku ini berjumlah 7.179.356 jiwa. Suku ini menyebar di berbagai daerah di Indonesia hingga negara tetangga.
Suku Madura tidak hanya berasal dari Pulau Madura, setidaknya ada beberapa pulau lain yang menjadi asal suku ini. Yang paling terkenal misalnya Kangean, Gili Raja, Raas dan Sapudi.
Dari segi bahasa, Suku Madura memiliki bahasa sendiri yang bernama bahasa Madura. Meskipun, banyak yang tinggal di daerah-daerah lain di Jawa Timur tidak banyak yang bisa atau menggunakan bahasa Jawa.
4. Suku Osing
Suku Osing atau biasa disebut Suku Using adalah sub-suku dari suku Jawa. Suku Osing merupakan penduduk asli Banyuwangi. Maka, saat menyebut suku ini akan ditemui penyebutan yang digabung suku Osing Banyuwangi.
Selain itu masyarakat suku Osing juga dikenal dengan sebutan Wong Blambangan. Suku ini sangat memegang erat dengan adat istiadat. Orangnya dikenal ramah, penurut dan mempraktikkan sikap gotong royong.
Bahasa Suku Osing adalah bahasa Osing, yang merupakan turunan dari bahasa Jawa Kuno. Meski demikian, dialek bahasa Osing sangat berbeda dengan bahasa Jawa.
Suku ini tersebar di beberapa wilayah yang ada di Banyuwangi, misalnya Kecamatan Songgon, Rogojampi, Singojuruh, Kabat, Giri dan lainnya. Mereka berbaur dengan Suku Jawa dan Madura.
5. Suku Betawi
Suku Betawi berasal dari provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya yang merupakan suku pertama di Jakarta. Menurut beberapa literasi, suku ini berasal dari perkawinan silang antar ethnis dan bangsa yang dibawa oleh Belanda pada masa lalu.
Keberadaan Suku Betawi di Jakarta sebenarnya adalah pendatang. Karena terbentuknya masyarakat betawi berasal dari beberapa suku seperti Sunda, Jawa, Melayu, Bugis, Makassar, Ambon, Bali bahkan Arab dan Tionghoa.
Bahasa suku Betawi dikenal sebagai bahasa Melayu Betawi atau Melayu Dialek Jakarta atau Melayu Batavia. Dan bahasa ini merupakan anak bahasa dari bahasa Melayu.
Mayoritas Suku Betawi beragama Islam, adapun sebagian kecil menganut agama Kristen, Protestan dan juga Katolik. Adat istiadat suku Betawi yang dijunjung tinggi adalah jiwa sosial dan menjaga nilai-nilai agama.
Kumpulan artikel menarik lainnya!
5. Suku Sunda
Suku Sunda berasal dari daerah barat pulau Jawa. Secara administratif kemeradaan suku ini berada di Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Lampung. Meskipun telah menyebar di berbagai daerah, keempat daerah tersebut menjadi persebaran terbanyak.
Etsis suku bangsa Sunda dikenal memiliki sifat pemberani dan menjunjung tinggi kejujuran. Dalam sejarah Indonesia, Raja Saiman adalah orang Nusantara yang pertama kali melakukan hubungan diplomatik dengan Portugis di Malaka.
Untuk komunikasi sehari-hari, masyarakat Sunda menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa utama. Dan bahasa tersebut memiliki beberapa dialek seperti Dialek Barat, Dialek Utara, Dialek Selatan, Dialek Tengah Timur, Dialek Timur Laut dan Dialek Tenggara.
Suku Sunda umumnya berprofesi sebagai petani dan berladang, bahkan pada masa lalu mereka berpindah-pindah tempat untuk bertanam. Selain itu, mereka dikenal juga sebagai pedagang atau wirausahawan.
7. Suku Baduy
Suku Baduy berasal dari provinsi Banten dengan penduduk sekitar 26 ribu jiwa. Suku ini bermukim di kaki desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Rangkasbitung, Banten.
Masyarakat Baduy menggunakan bahasa Sunda dalam komunikasi sehari-hari. Sedangkan dengan penduduk luar, menggunakan bahasa Indonesia.
Dalam kehidupan masyarakat luas, suku ini juga terkenal dengan nama lain seperti Urang Kanekes, Orang Kanekes dan Orang Badui. Suku Baduy tidak mengenal budaya tulis dalam keseharian.
Demikian ulasan tentang suku-suku di pulau Jawa beserta penjelasannya. Dengan mengenal kebuyadaan Jawa dan karakter orang Jawa, bertambah juga wawasan yang kita miliki.
Referensi
- Pram (2013). Suku Bangsa Dunia dan Kebudayaannya. Jakarta: Cerdas Interaktif
- Rachmat (2009). Ringkasan Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Grasindo
- Sare, Yuni (2007). Antropologi SMA/MA XI. Jakarta: Grasindo
- Wikipedia.org. Suku Jawa. Diakses pada 01 Januari 2020, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Jawa
kalau saya dari suku sunda dan jawa
karena bapak saya jawa
emak saya sunda
tapi saya besar di jakarta
sudah terbiasa dengan suku betawi
wakakakaak
campuran ya pak hehe