suku suku di pulau papua

Mengenal Suku-suku di Pulau Papua

Papua merupakan salah satu pulau terbesar yang ada di Indonesia, letaknya di ujung timur nusantara tepatnya di bagian barat West New Guinea. Papua memiliki julukan yang menggambarkan akan kekayan alam yang dimiliki, “Mutiara Hitam”. Selain memiliki luas daerah dengan kekayaan alam yang masih melimpah, keragaman budaya  Papua seperti suku suku di Pulau Papua juga masih sangat terasa.

Di daerah ini terdapat pula kabupaten dan kota besar seperti Merauke, Sorong dan juga Jayapura. Untuk provinsi di Papua yang sah ada dua, yaitu provinsi Papua dan Papua Barat yang biasa disingkat Pabar. Ibu kota Papua Barat adalah Manokwari sedangkan ibu kota Papua adalah Jayapura.

Suku suku di Pulau Papua selain beragam juga memiliki ciri khas masing – masing, misalnya jika menyebut suku Asmat yang terlintas adalah karya seni ukiran disana sangat terkenal. Selain itu, konon fakta unik yang dimiliki suku – suku di Papua, kebanyakan mereka memiliki pisau belati dari kaki burung kasuari dan bulunya digunakan untuk hiasan. Pisau belati tersebut digunakan untuk berburu dan melindungi diri.

Nama Suku Bangsa di Papua

Pulau yang terletak pada bagian paling Timur di Indonesia ini sebelumnya dikenal dengan nama Irian Barat dan Irian Jaya. Terdapat banyak suku bangsa asli di Papua yang sangat beragam. Tak hanya itu saja, ada pula kekayaan alamnya yang mampu menghipnotis banyak orang.

Secara hitungan, suku di Papua merupakan bagian dari suku– suku di Indonesia dengan populasi lebih dari tiga juta jiwa. Sebagian besar dari mereka tinggal di dataran tinggi. Seiring berjalannya waktu suku ini  berkembang menjadi ratusan suku. Berikut ini daftar suku suku di Papua yang cukup populer:

1. Suku Asmat

suku suku di pulau papua
reqnews.com

Suku ini merupakan Suku di Pulau Papua yang paling terkenal dari suku lain karena hasil ukiran kayunya yang khas. Mereka tinggal di Indonesia bagian Timur serta memiliki populasi penduduk terbesar di wilayah Papua. Namun suku Asmat mayoritas bermukim di daerah pedalaman dan tepi pantai.

Suku Asmat mempunyai upacara adat seperti ritual kematian, upacara mbismbu atau membuat tiang. Ada juga Tsyimbu yang artinya pembuatan dan pengukuhan rumah lesung dan Yentpokmbu berarti ritual pembuatan rumah bujang. Untuk tarian adat yang dimiliki suku Asmat bernama Tobe (tarian perang) sedangkan rumah adatnya adalah Jeu.

2. Suku Amungme

suku suku di pulau papua
nusadaily.com

Suku Amungme tinggal di dataran tinggi daerah Papua. Mayoritas pekerjaan mereka adalah bertani dengan cara berpindah – pindah dari tempat yang satu ke tempat lainnya, selain itu mereka juga melakukan perburuan dan mengumpul. Suku ini menganggap diri mereka sendiri adalah penakluk, penguasa dan juga pewaris alam amungsa dari tangan Tuhan.

Suku Amungme memiliki bahasa yang dinamakan Amung – kal (dituturkan oleh penduduknya yang tinggal disebelah selatan) dan Damal – kal (ditujukan untuk suku yang menetap di bagian Utara). Mereka juga memilki bahasa simbol, dinamakan Aro-a-kal (simbol yang sulit dimengerti).

3. Suku Dani

suku suku di pulau papua
boombastis.com

Suku Dani termasuk dalam suku bangsa Papua Barat dan merupakan salah satu dari banyaknya suku di Papua yang tinggal di daerah pegunungan serta kabupaten Jayawijaya. Ada pula orang yang mengenal bahwa suku ini mendiami wilayah di lembah Baliem.

Suku Dani mengenakan pakaian yang dinamakan “Koteka” (penutup kemaluan pria), sedangkan wanita namanya “Wah” terbuat dari rumput ataupun serat. Bahasa yang mereka gunakan termasuk ke dalam Melansia dan Papua Tengah. Untuk dasar agamanya yaitu menghormati roh nenek moyang.

4. Suku Korowai

suku suku di pulau papua
indonesia.go.id

Suku bangsa di Papua selanjutnya adalah suku Korowai, suku ini tinggal di daerah dataran rendah tepat di selatan pegunungan Jayawijaya. Daerah tersebut membentuk sebuah rawa, hutan mangrove dan juga lahan basah. Korowai percaya dengan hal bahwa mereka merupakan salah satu dari banyak manusia yang tinggal di bumi.

Salah satu dari suku – suku di Pulau Papua ini dikenal dengan pekerjaan mereka sebagai pemburu, pengumpul dan juga tinggal di rumah pohon yang biasa disebut rumah tinggi. Korowai menganut pesta sagu (ritual kelahiran), mereka juga mempunyai ritual “Khuakhua” (memakan daging manusia yang melanggar aturan).

Baca Juga:

5. Suku Muyu

suku dani
sportourism.id

Nama suku suku di pulau Papua selanjutnya adalah suku Muyu, suku ini bertempat tinggal di daerah sekitar Sungai Muyu yang letaknya di sebelah Timur Laut Merauke. Meski tinggal di area pedalaman, Muyu menggunakan sistem barter yang hingga kini masih ada yaitu kulit kerang (ot) dan juga berupa gigi anjing (mindit).

Di sisi lain, juga menyebut diri mereka dengan istilah “Kati” artinya manusia sesungguhnya. Mata pencahariannya adalah berburu, sebagai nelayan, memelihara anjing, babi serta memproduksi sagu. Mereka percaya dengan “Komot”, contohnya mitologinya yaitu memelihara babi dan juga berzina.

6. Suku Bauzi

suku bazui papua
jurnalbumi.com

Bukan termasuk ke dalam suku bangsa Papua Tengah namun berasal dari daerah Waropen Utara Bauzi dikenal sebagai suku terasing, dengan luasnya hutan belantara, lembah, pegunungan, sungai besar hingga rawa membuat orang disana nyaris tak kenal dengan peradaban modern.

Suku Bauzi masih menggunakan cawat yang berupa selembar daun ataupun kulit pohon yang dikeringkan, memasang hiasan berupa tulang di lubang hidung. Sedangkan wanitanya memakai selembar daun atau kulit kayu. Untuk makanan pokok mereka adalah sagu.

7. Suku Huli

suku huli papua
marca.com

Suku Huli tinggal di dataran tinggi bagian Selatan Papua New Guinea. Sebagian besar penduduknya menggunakan bahasa Huli dan Tok Pisin. Mereka juga hidup dengan berburu dan juga berladang bagi laki – laki, sedangkan untuk wanita bercocok tanam dan mengumpulkan tanaman.

Suku Huli merupakan salah satu suku terbesar di Papua. Mereka ahli dalam melukis wajah sendiri dengan warna kuning, merah dan juga putih, juga dikenal dengan tradisi membuat wig yang terbuat dari rambut sendiri.

8. Suku Asaro

suku asaro papua
travel.detik.com

Asaro tinggal di daerah dataran tinggi Papua Nugini. Terkenal dengan topeng tanah liatnya setelah suku Chambri. Topeng yang digunakan memiliki wajah menakutkan, mempunyai telinga yang aneh, gigi, mata, taring babi liar yang tajam dan tak lupa ada kerutan yang membuatnya makin seram.

Tujuan menggunakan topeng itu adalah untuk melawan musuh. Ada kabar yang mengatakan bahwa memang suku ini sengaja menutupi tubuh mereka juga dengan lumpur, agar musuhnya kabur tak kembali lagi. Asaro masuk kedalam kategori suku paling menakutkan di dunia.

9. Suku Kalam

suku kalam
twistedsifter.com

Sama seperti suku lain, hidup penduduk Kalam bergantung pada alam. Meski begitu, orang – orangnya punya cara hidup yang kompleks seperti menanam, merawat tumbuhan dan juga membangun rumah. Tugas laki – laki adalah berburu, untuk wanitanya menjaga anak dan merawat tanaman.

Dalam soal peperangan, suku Kalam suka melakukan itu. Tujuannya hanya untuk memperebutkan wanita, wilayah serta babi. Dari penduduk Kalam, ciri khas saat mereka mengikuti perang adalah dengan mengenakan penutup kepala yang besar dan mencoreng muka dengan bubuk warna.

10. Suku Goroka

suku goroka
matadornetwork.com

Ada yang mengatakan bahwa suku Goroka telah ada sejak beberapa ribu tahun yang lalu dan mereka telah mempertahankan ajaran asli dari nenek moyang. Hidupnya juga bergantung pada alam, sama seperti suku Kalam.

Ada hal yang mirip dengan suku lain, dilihat dari pembagian tugasnya baik laki/perempuan. Goroka juga suka dengan perang tujuannya untuk mempertahankan wilayah mereka dan juga menguasai harta kekayaan dari musuh. Tampilan mereka menggunakan penutup kepala besar dan dandanan menyeramkan.

Itulah penjelasan singkat mengenai suku suku di Pulau Papua dengan beberapa macam bentuk adat istiadatnya, budayanya hingga kebiasaan yang hingga sekarang masih mereka terapkan. Semoga infromasi mengenani suku bangsa di Papua ini dapat bermanfaat.

Leave a Comment

error: Content is protected !!